Kiasmus adalah gaya retorika di mana dua klausa atau lebih diseimbangkan satu sama lain dengan membalikkan strukturnya. Unsur-unsurnya bersilangan seperti huruf X.
“Jangan bertanya apa yang dapat dilakukan negaramu untukmu—bertanyalah apa yang dapat kamu lakukan untuk negaramu” adalah contoh modern yang terkenal. Bagian kedua membalikkan urutan tata bahasa bagian pertama, menciptakan simetri yang mudah diingat. Para penulis klasik dan alkitabiah menggunakan kiasmus secara luas; ia muncul dalam puisi, pidato, dan prosa setiap kali seorang penulis ingin memberikan kesan kelengkapan atau keniscayaan pada suatu pemikiran.
Kiasmus berbeda dari antitesis sederhana karena adanya perangkat inversi yang spesifik. Persilangan istilah dapat menyoroti kontras, memperkuat paradoks, atau sekadar menyenangkan telinga dengan pola pengulangannya. Ketika inversi terasa dipaksakan, figur tersebut hanya menjadi sekadar cerdas; ketika tumbuh secara alami dari pemikiran, ia tampak elegan dan benar.
Kalimat yang berbalik arah dengan membalikkan strukturnya sendiri disebut menggunakan kiasmus.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment