Sosialisasi adalah proses mempelajari norma dan nilai-nilai masyarakat. Ini adalah bagaimana seorang bayi yang baru lahir menjadi makhluk sosial. Proses ini terjadi melalui interaksi dengan keluarga, teman sebaya, sekolah, media, dan lembaga-lembaga. Sosialisasi berlangsung seumur hidup, bukan hanya di masa kanak-kanak.
Sosialisasi primer terjadi pada masa kanak-kanak awal, sebagian besar di dalam keluarga. Sosialisasi sekunder terjadi kemudian, melalui sekolah, tempat kerja, dan teman sebaya. Resosialisasi terjadi ketika seseorang memasuki lingkungan baru yang mengharuskan melupakan norma-norma lama, seperti militer atau penjara.
Agen sosialisasi
- Keluarga: bahasa, nilai-nilai dasar, ikatan emosional
- Sekolah: disiplin, pengetahuan akademis, norma-norma kewarganegaraan
- Teman sebaya: identitas, rasa memiliki, keterampilan sosial
- Media: peran gender, kebiasaan konsumen, pandangan politik
- Agama: kerangka moral dan komunitas
Sosialisasi bukanlah pencucian otak. Manusia tidak pasif. Mereka menafsirkan, menolak, dan menyesuaikan apa yang mereka pelajari. Tetapi tanpa sosialisasi, seseorang tidak dapat berfungsi dalam masyarakat. Anak-anak liar, yang dibesarkan tanpa kontak manusia, tidak pernah sepenuhnya mengembangkan kemampuan berbahasa atau keterampilan sosial.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment