Mores adalah norma-norma yang memiliki makna moral yang kuat. Norma-norma ini dipatuhi secara luas dan pelanggarannya akan mendatangkan kecaman sosial yang serius, bukan hanya rasa canggung. Inses, pengkhianatan, dan pelecehan anak adalah contohnya. Tidak seperti folkways, yang merupakan masalah kebiasaan, mores adalah masalah benar dan salah.
William Graham Sumner membedakan mores dari folkways pada tahun 1906. Mores seringkali menjadi hukum, tetapi tidak selalu. Beberapa mores ditegakkan oleh agama, keluarga, atau tekanan komunitas. Lainnya dikodifikasi dalam sistem hukum. Kekuatan mores bervariasi menurut budaya dan zaman.
Contoh
- Larangan inses
- Kecaman terhadap pembunuhan
- Tabu terhadap kanibalisme
- Harapan akan kejujuran dalam hubungan dekat
- Larangan hubungan seksual dengan anak di bawah umur
Norma sosial dapat berubah. Homoseksualitas pernah dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap norma sosial di banyak negara Barat. Saat ini, homoseksualitas diterima secara luas, dan diskriminasi terhadap kaum LGBTQ+ melanggar norma sosial yang berbeda. Isi norma sosial tidaklah tetap secara alami. Norma sosial dibentuk oleh masyarakat.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment