Penilaian negatif terhadap seseorang yang hanya didasarkan pada keanggotaan kelompok, yang dibentuk tanpa bukti atau pengalaman yang memadai, merupakan prasangka. Ini adalah sikap, yang sering disertai emosi yang kuat, yang dapat ada secara independen dari perilaku diskriminatif.
Prasangka berakar pada stereotip, ancaman antarkelompok yang dirasakan, dan pembelajaran sosial. Prasangka dapat bersifat eksplisit dan diakui atau implisit dan diaktifkan secara otomatis. Proses identitas sosial membuat sikap menyukai kelompok sendiri dan merendahkan kelompok lain terasa alami. Kondisi historis dan ekonomi memperkuat atau melemahkan prasangka tertentu.
Kontak dalam kondisi status yang setara, tujuan bersama, dan dukungan kelembagaan dapat mengurangi prasangka. Pendidikan yang memanusiakan anggota kelompok lain dan mendorong pengambilan perspektif juga membantu. Perubahan hukum dan normatif menggeser ekspresi prasangka bahkan ketika sikap pribadi berubah lebih lambat. Prasangka tetap menjadi salah satu topik yang paling banyak dipelajari dan memiliki konsekuensi sosial yang besar dalam psikologi sosial.
- Prasangka negatif terhadap suatu kelompok
- Bisa eksplisit atau implisit
- Dipicu oleh stereotip dan dinamika antar kelompok
- Dapat direduksi melalui kontak dan pengambilan perspektif.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment