Natrium memiliki satu elektron di kulit terluarnya. Klorin memiliki tujuh elektron. Natrium memberikan elektronnya kepada klorin. Mereka membentuk natrium klorida. Elektron di kulit terluar adalah elektron valensi, dan elektron inilah yang menentukan bagaimana sebuah atom berikatan. Elektron-elektron inilah yang terlibat dalam reaksi kimia. Jumlah elektron valensi menentukan golongan suatu unsur dalam tabel periodik dan perilaku kimianya.
Elektron valensi menempati tingkat energi utama tertinggi. Untuk unsur-unsur golongan utama, jumlah elektron valensi sama dengan nomor golongan untuk golongan 1, 2, dan 13 hingga 18, dengan beberapa penyesuaian. Hidrogen dan helium adalah pengecualian. Helium memiliki dua elektron valensi dan berada di golongan 18. Aturan oktet menyatakan bahwa atom cenderung memperoleh, kehilangan, atau berbagi elektron untuk mencapai delapan elektron valensi, konfigurasi gas mulia. Aturan tersebut menjelaskan sebagian besar ikatan kimia.
Elektron valensi menentukan bilangan oksidasi, reaktivitas, dan pola ikatan. Logam kehilangan elektron valensi untuk membentuk kation. Nonlogam memperoleh atau berbagi elektron untuk membentuk anion atau ikatan kovalen. Jumlah elektron valensi juga menentukan jumlah ikatan yang dapat dibentuk oleh suatu atom. Karbon memiliki empat elektron valensi dan membentuk empat ikatan. Nitrogen memiliki lima dan membentuk tiga. Oksigen memiliki enam dan membentuk dua.
Konsepnya sederhana, tetapi menjelaskan banyak hal. Tabel periodik disusun berdasarkan konfigurasi elektron valensi. Reaktivitas kimia berawal dari konfigurasi tersebut. Elektron valensi adalah kunci untuk memahami kimia.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment