Pejabat publik bertanggung jawab atas keputusan mereka. Akuntabilitas berarti mereka yang memegang kekuasaan dapat dipertanyakan, diselidiki, dan, jika perlu, dicopot atau dihukum atas konsekuensi dari tindakan mereka.
Dalam sistem demokrasi, pemilihan umum menyediakan bentuk akuntabilitas paling mendasar. Pemilih dapat menolak pemimpin yang gagal memenuhi janji. Badan pengawas, auditor independen, media bebas, dan pengadilan menyediakan pengawasan tambahan. Tanpa mekanisme ini, kekuasaan cenderung terkonsentrasi dan penyalahgunaan kekuasaan menjadi lebih sulit dideteksi.
Akuntabilitas juga berlaku di dalam pemerintahan. Pegawai negeri sipil melapor kepada menteri; menteri melapor kepada badan legislatif. Metrik kinerja, persyaratan pelaporan publik, dan undang-undang kebebasan informasi membuat mesin negara lebih terlihat. Prinsip ini meluas melampaui politik formal ke peran apa pun yang memengaruhi kepentingan publik.
- Membutuhkan pertanggungjawaban atas keputusan dan hasil.
- Didukung oleh aturan pemilihan umum, pengawasan, dan transparansi.
- Berlaku untuk pejabat terpilih dan pejabat yang ditunjuk
- Melemah ketika informasi ditahan atau lembaga dikuasai.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment