Sebagian besar tulisan sejarah didasarkan pada bukti-bukti sebelumnya. Sumber sekunder adalah karya yang menafsirkan, menganalisis, atau mensintesis sumber primer dan karya sekunder lainnya. Monograf, artikel jurnal, dan buku teks adalah contoh tipikalnya.
Sumber sekunder menyusun fakta menjadi argumen, menempatkan peristiwa dalam konteksnya, dan berinteraksi dengan kajian ilmiah yang sudah ada. Nilainya bergantung pada kualitas penelitian, transparansi penalaran, dan keadilan dalam penanganan bukti. Sumber-sumber ini sangat penting untuk mempelajari keadaan pengetahuan di suatu bidang.
Sejarawan membaca sumber sekunder baik untuk informasi maupun untuk posisi historiografis. Sebuah karya yang merupakan sumber sekunder untuk satu topik dapat berfungsi sebagai sumber primer untuk sejarah pemikiran historis. Pelatihan mencakup evaluasi literatur sekunder secara kritis, sama seperti evaluasi bukti primer yang dibahasnya.
- Melakukan pekerjaan interpretasi sumber primer dan penelitian sebelumnya.
- Termasuk buku, artikel, dan survei.
- Mengorganisir bukti menjadi sebuah argumen.
- Dievaluasi berdasarkan metode dan perspektif.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment