Konflik internal adalah pergumulan dalam pikiran karakter itu sendiri. Keinginan, nilai, atau ketakutan yang saling bertentangan menciptakan ketegangan.
Seorang protagonis yang terombang-ambing antara kewajiban dan cinta, antara ambisi dan integritas, atau antara rasa takut dan kebutuhan untuk bertindak, sedang mengalami konflik internal. Perjuangan itu mungkin sunyi dan bersifat psikologis, namun dapat mendorong seluruh alur cerita. Peristiwa eksternal sering kali memaksa konflik internal muncul ke permukaan atau meningkatkan taruhannya. Resolusi datang ketika karakter tersebut memilih, berubah, atau belajar untuk hidup dengan ketegangan yang belum terselesaikan.
Konflik internal memberikan kedalaman pada karakter dan membuat keputusan mereka bermakna. Tanpa itu, bahkan plot yang penuh aksi pun bisa terasa hampa. Penulis mengungkapkan konflik internal melalui dialog, monolog, titik keputusan, dan kesenjangan antara apa yang dikatakan dan dilakukan karakter. Pembaca terlibat karena mereka mengenali pengalaman terpecah belah dalam diri sendiri.
Ketika kekuatan yang berlawanan berada di dalam diri orang yang sama, konflik tersebut bersifat internal.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment