Konflik manusia melawan masyarakat adalah jenis konflik eksternal di mana seorang tokoh menentang norma, hukum, atau struktur kekuasaan suatu komunitas. Lawannya bersifat kolektif, bukan individual.
Kisah-kisah tentang perbedaan pendapat, pembangkangan sipil, penganiayaan, dan reformasi sosial sering kali berpusat pada konflik ini. Tokoh protagonis mungkin melawan hukum yang tidak adil, lembaga yang korup, atau tekanan untuk menyesuaikan diri. Kemenangan dapat berarti mengubah masyarakat, melepaskan diri darinya, atau mempertahankan integritas meskipun kalah. Konflik ini menimbulkan pertanyaan tentang keadilan, rasa memiliki, dan harga dari perlawanan.
Konflik antara manusia dan masyarakat dapat tumpang tindih dengan konflik antar manusia ketika perwakilan tertentu dari tatanan sosial menjadi wajah oposisi. Namun, perjuangan yang lebih dalam adalah melawan suatu sistem atau iklim opini. Karya sastra, dari Antigone hingga fiksi distopia modern, telah menggunakan pola ini untuk meneliti hubungan antara hati nurani individu dan kekuatan kolektif.
Ketika pergumulan utama seorang tokoh adalah dengan tatanan sosial di sekitarnya, konflik tersebut adalah manusia melawan masyarakat.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment