Hubris adalah kesombongan atau kepercayaan diri yang berlebihan yang menyebabkan seorang tokoh mengabaikan batasan ilahi atau moral. Dalam tragedi Yunani, hal ini sering mendahului kejatuhan sang pahlawan.
Tokoh yang sombong itu melampaui batas, memperlakukan orang lain—termasuk para dewa—dengan hinaan, dan terlalu percaya pada kekuatan atau penilaian pribadinya. Kekeras kepalaan Creon dalam Antigone dan kesombongan banyak raja tragis mencontohkan pola tersebut. Pembalasan, atau pembalasan dendam, biasanya menyusul. Konsep ini kemudian masuk ke dalam sastra dan percakapan sehari-hari sebagai sebutan untuk tindakan melampaui batas yang berbahaya.
Hubris bukanlah kesombongan biasa. Ia menyiratkan pelanggaran terhadap tatanan yang lebih besar—kosmik, sosial, atau etis. Audiens mengutuk kelebihan tersebut sekaligus mengakui godaan manusia terhadapnya. Dalam penggunaan modern, kata ini terkadang melunak menjadi sinonim untuk kesombongan biasa, namun kekuatan tragisnya tetap tersedia bagi para penulis yang mengembalikan rasa batasan yang ditentang.
Kesombongan yang menolak mengakui batasan apa pun yang lebih tinggi dari dirinya sendiri adalah keangkuhan.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment