Tarif pembelian listrik (feed-in tariff) membayar produsen energi terbarukan dengan harga tetap untuk listrik yang mereka salurkan ke jaringan listrik. Tarif tersebut biasanya di atas harga pasar agar proyek-proyek tersebut layak. Pembayaran dijamin untuk jangka waktu yang lama, seringkali 15 hingga 25 tahun. Ini adalah kebijakan yang dirancang untuk menarik investasi dengan mengurangi risiko.
Jerman mempelopori kebijakan tarif pembelian listrik (feed-in tariff) modern pada tahun 2000. Kebijakan ini memicu ledakan energi surya dan angin. Program serupa kemudian diikuti di Spanyol, Italia, dan puluhan negara lainnya. Tarif pembelian listrik menurunkan biaya panel surya lebih cepat daripada yang diperkirakan hampir semua orang. Tarif ini mahal pada tahun-tahun awal dan sekarang sebagian besar telah dihapuskan di pasar yang sudah mapan.
Para kritikus mengatakan bahwa tarif pembelian listrik dari sumber energi terbarukan (feed-in tariff) dapat memberikan keuntungan berlebihan kepada produsen dan membebani pelanggan listrik. Pendukungnya berpendapat bahwa tarif tersebut memberikan kepastian yang dibutuhkan investor. Sistem lelang telah menggantikan tarif tersebut di banyak tempat, memungkinkan pemerintah untuk menetapkan target kapasitas dan membeli penawaran termurah. Kedua pendekatan tersebut dapat berhasil. Pilihannya bergantung pada kematangan pasar dan tujuan kebijakan.
Fitur utama
- Harga terjamin untuk energi terbarukan
- Kontrak jangka panjang
- Akses jaringan prioritas
- Biaya dibebankan kepada wajib pajak
- Sering digantikan oleh lelang
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment