Ketika Toyota membangun pabrik di Kentucky, atau ketika sebuah perusahaan Tiongkok membeli perusahaan pertambangan Brasil, itu adalah investasi langsung asing (FDI). FDI berarti sebuah perusahaan dari satu negara berinvestasi dalam kepentingan bisnis di negara lain, biasanya memperoleh kendali atau pengaruh signifikan atas operasionalnya. Ini berbeda dari investasi portofolio, di mana orang asing membeli saham atau obligasi tanpa mengelola apa pun.
Negara-negara bersaing untuk mendapatkan investasi asing langsung (FDI) karena FDI membawa lebih dari sekadar uang. FDI membawa teknologi, keterampilan manajemen, dan akses ke rantai pasokan global. Pabrik baru menciptakan lapangan kerja dan melatih pekerja lokal. Pemasok lokal mendapatkan kontrak. Pendapatan pajak meningkat. Bagi negara berkembang, FDI dapat menjadi jalan pintas menuju industrialisasi, meskipun tidak selalu jalan pintas yang mulus.
Kerugiannya nyata. Perusahaan asing mungkin mengekstrak sumber daya tanpa melakukan investasi ulang. Keuntungan mengalir kembali ke kantor pusat. Pemerintah terkadang menawarkan keringanan pajak dan peraturan yang lebih longgar yang melebihi manfaatnya. Dan investasi asing langsung (FDI) bisa berfluktuasi. Krisis politik atau penurunan ekonomi global dapat membuat investor melarikan diri, meninggalkan pabrik-pabrik kosong.
Mengapa perusahaan berinvestasi di luar negeri?
- Akses ke pasar baru
- Biaya tenaga kerja dan produksi yang lebih rendah
- Sumber daya alam
- Aset dan teknologi strategis
- Perjanjian perdagangan dan tarif
Comments (2)
Leave a comment