Analisis data memeriksa data untuk menarik kesimpulan. Analisis ini menjawab pertanyaan: Apa yang terjadi? Mengapa itu terjadi? Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa yang harus kita lakukan? Keempat tingkatan tersebut saling berkaitan. Analisis deskriptif melaporkan apa yang terjadi. Analisis diagnostik menjelaskan mengapa. Analisis prediktif memperkirakan apa yang mungkin terjadi. Analisis preskriptif merekomendasikan tindakan.
Sebagian besar organisasi beroperasi pada tingkat deskriptif dan diagnostik. Mereka membuat laporan dan dasbor. Mereka menyelidiki anomali setelah kejadian. Analitik prediktif dan preskriptif membutuhkan pemodelan yang lebih canggih, data yang lebih baik, dan toleransi yang lebih besar terhadap ketidakpastian. Analitik prediktif dan preskriptif juga memberikan nilai lebih. Peritel yang memprediksi permintaan dapat mengoptimalkan inventaris. Rumah sakit yang memprediksi pasien akan kembali dirawat dapat melakukan intervensi lebih awal. Kesenjangan antara tingkat-tingkat tersebut bukan hanya teknis, tetapi juga budaya. Organisasi yang menghargai kepastian kesulitan dengan perkiraan probabilistik. Mereka menginginkan jawaban, bukan interval kepercayaan. Resistensi tersebut memperlambat adopsi. Alat-alatnya sudah siap, tetapi pola pikirnya seringkali belum siap.
Tingkat kematangan analitik
- Deskriptif — apa yang terjadi
- Diagnosis — mengapa hal itu terjadi
- Prediktif — apa yang akan terjadi
- Preskriptif — apa yang harus dilakukan
Analisis bukanlah sekadar laporan. Analisis adalah sebuah proses mengajukan pertanyaan dan mengikuti data untuk menemukan jawaban, bahkan ketika jawaban tersebut tidak menyenangkan.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment