Bahan mentah adalah titik awal yang belum diolah untuk sebuah kerajinan. Ia adalah batang kayu sebelum menjadi mangkuk, bulu domba sebelum menjadi benang, tanah liat sebelum menjadi cangkir. Bahan mentah berasal dari alam, pertanian, atau pertambangan. Bahan-bahan tersebut membutuhkan pengolahan sebelum dapat digunakan: pengeringan, pemotongan, pembersihan, pemintalan, atau pemurnian.
Para perajin sangat memperhatikan kualitas bahan baku karena hal itu menentukan kualitas akhir suatu barang. Kayu basah akan berubah bentuk dan retak saat mengering. Wol yang kotor mengandung kotoran yang dapat menumpulkan alat penyisir. Tanah liat dengan terlalu banyak pasir akan sobek di roda putar. Para perajin berpengalaman belajar membaca bahan baku sebelum mereka membeli atau memanennya. Mereka memeriksa kadar air, arah serat, panjang serat, dan kotoran.
Bahan baku kerajinan umum
- Kayu — batang kayu, papan, dan bahan baku untuk pembubutan
- Serat — bulu wol, buah kapas, batang rami, kepompong sutra
- Tanah liat — tembikar, batu tembikar, dan porselen.
- Logam — lembaran, batang, dan kawat dari tembaga, kuningan, dan baja
- Kulit — kulit mentah sebelum penyamakan.
Penyimpanan itu penting. Bahan mentah menyerap kelembapan, menarik hama, atau mengalami oksidasi. Ruang yang kering, gelap, dan bebas hama akan melindungi investasi Anda. Belilah dalam jumlah kecil dan segar daripada menimbun persediaan seumur hidup yang akhirnya rusak di sudut ruangan.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment