Patchwork menggabungkan potongan-potongan kain kecil menjadi tekstil yang lebih besar. Potongan-potongan tersebut dipotong sesuai bentuk, kemudian dijahit dari tepi ke tepi. Hasilnya bisa berupa kisi-kisi persegi sederhana atau desain rumit dengan lengkungan, segitiga, dan aplikasi. Patchwork sering disalahartikan dengan quilting, tetapi keduanya merupakan langkah yang berbeda. Patchwork membuat bagian atas. Quilting menjahit lapisan-lapisan tersebut menjadi satu.
Secara historis, patchwork adalah cara praktis untuk menggunakan sisa-sisa kain. Petani dan pemukim menyimpan pakaian bekas dan sisa kain, memotong potongan-potongan yang masih bisa digunakan menjadi bentuk persegi dan menjahitnya menjadi selimut. Saat ini, patchwork merupakan hobi sekaligus bentuk seni. Para perajin modern menggunakan pemotong putar, penggaris akrilik, dan mesin jahit, tetapi teknik menjahit dengan tangan masih memiliki banyak penggemar. Teknik English paper piecing, di mana kain dililitkan di sekitar bentuk kertas dan dijahit dengan tangan, lebih mudah dibawa dan lebih presisi.
Bentuk tambal sulam yang umum
- Kotak — bentuk paling sederhana dan paling mudah dikerjakan
- Segitiga setengah persegi — dua segitiga yang dijahit menjadi sebuah persegi.
- Heksagon — digunakan dalam teknik menjahit kertas Inggris dan pola sarang lebah.
- Potongan melengkung — untuk Drunkard's Path dan desain serupa.
Akurasi pemotongan lebih penting daripada kecepatan. Kampuh seperempat inci adalah standar. Kesalahan kecil akan berlipat ganda pada bagian atas selimut yang besar, dan memperbaikinya nanti akan sangat merepotkan.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment