Fundamentalisme adalah kepatuhan yang ketat terhadap prinsip-prinsip dasar suatu agama. Istilah ini berasal dari Protestanisme Amerika pada awal abad ke-20. Istilah ini merupakan tanggapan terhadap teologi liberal. "Fundamentals" adalah serangkaian esai yang diterbitkan antara tahun 1910 dan 1915. Esai-esai ini membela doktrin-doktrin inti iman, yaitu kelahiran perawan, keilahian Kristus, penebusan pengganti, kebangkitan tubuh, ketidakbersalahan Alkitab, dan kedatangan kedua Yesus. Mereka yang menegaskan doktrin-doktrin ini disebut fundamentalis.
Fundamentalisme tidak terbatas pada Kekristenan. Ada fundamentalisme Islam. Fundamentalisme Hindu. Fundamentalisme Yahudi. Fundamentalisme adalah fenomena global. Ini adalah reaksi terhadap modernitas. Ini adalah reaksi terhadap sekularisme. Ini adalah reaksi terhadap perubahan. Ia berupaya untuk kembali ke fondasi. Ia berupaya untuk mencapai kemurnian. Ia berupaya untuk mencapai kepastian. Ia berupaya untuk melestarikan iman. Ia sering kali militan. Ia sering kali separatis. Ia sering kali politis. Ia sering kali kontroversial.
Karakteristik fundamentalis
- Ketidakbersalahan kitab suci: Alkitab tidak mengandung kesalahan.
- Perlawanan militan terhadap modernisme.
- Separatisme dari dunia.
- Penekanan pada doktrin inti.
- Seringkali aktif secara politik.
Fundamentalisme bukanlah sesuatu yang monolitik. Ada banyak fundamentalisme. Mereka berbeda dalam doktrin dan praktik. Mereka memiliki semangat yang sama. Mereka memiliki ketakutan yang sama. Mereka takut kehilangan kebenaran. Mereka takut kehilangan identitas. Mereka takut kehilangan iman. Mereka merespons dengan kepastian. Mereka merespons dengan pemisahan. Mereka merespons dengan militansi. Fundamentalisme dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan. Ia membela ortodoksi. Ia melestarikan tradisi. Ia membangun komunitas. Ia juga dapat menjadi kekuatan untuk kejahatan. Ia bisa intoleran. Ia bisa memecah belah. Ia bisa penuh kekerasan. Garis antara keyakinan dan ekstremisme sangat tipis. Fundamentalisme berjalan di garis itu. Ia adalah respons terhadap krisis. Ia adalah pencarian akan kepastian. Ia adalah fenomena manusia. Itulah fundamentalisme.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment