Pikiran adalah kemampuan berpikir, merasakan, berempati, dan bernalar. Pikiran adalah apa yang berpikir, merasakan, dan memutuskan. Pikiran bukanlah otak, meskipun bergantung pada otak. Pikiran adalah apa yang dilakukan otak, begitulah argumen banyak filsuf. Yang lain berpendapat bahwa pikiran adalah substansi yang terpisah, atau bahwa pikiran identik dengan otak, atau bahwa pikiran adalah pola pemrosesan informasi. Perdebatan ini adalah salah satu yang tertua dalam filsafat dan salah satu yang paling aktif dalam ilmu kognitif.
Descartes berpendapat bahwa pikiran adalah substansi yang berpikir, berbeda dari tubuh. Locke memperlakukannya sebagai tempat identitas pribadi, yang berakar pada ingatan. Hume berpendapat bahwa tidak ada diri yang tunggal, hanya sekumpulan persepsi. Kant berpendapat bahwa pikiran secara aktif mengatur pengalaman melalui kategori. Pada abad ke-20, para filsuf dan ilmuwan memperdebatkan apakah keadaan mental bersifat fisik, fungsional, atau tidak dapat direduksi. Pikiran dipelajari oleh psikologi, ilmu saraf, kecerdasan buatan, dan filsafat. Setiap disiplin ilmu membawa metode dan asumsinya sendiri. Hasilnya adalah gambaran yang kaya tetapi terfragmentasi, tanpa satu penjelasan pun yang mendapat konsensus.
Kemampuan berpikir
- Persepsi.
- Penalaran.
- Emosi.
- Memori.
- Will.
Pikiran bukanlah suatu benda, melainkan seperangkat kemampuan. Itulah sebagian alasan mengapa pikiran begitu sulit didefinisikan.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment