Toleransi adalah berkurangnya efek suatu obat setelah penggunaan berulang, sehingga pengguna membutuhkan dosis yang lebih besar untuk mencapai efek yang sama. Toleransi berkembang melalui perubahan cara tubuh memetabolisme obat, cara reseptor merespons, atau cara sistem saraf beradaptasi dengan keberadaan obat.
Terdapat tiga jenis utama toleransi yang diakui: toleransi metabolik (hati memecah obat lebih cepat), toleransi farmakodinamik (reseptor menjadi kurang responsif), dan toleransi perilaku (pengguna belajar untuk mengkompensasi efek obat). Toleransi silang terjadi ketika toleransi terhadap satu obat mengurangi efek obat lain dalam kelas yang sama.
Poin-poin penting
- Membutuhkan dosis yang lebih besar untuk efek yang sama.
- Bisa bersifat metabolik, farmakodinamik, atau perilaku.
- Berkontribusi terhadap ketergantungan dan risiko overdosis.
- Berbeda dengan gejala putus obat, yang terjadi setelah penggunaan dihentikan.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment