Siluet adalah bentuk gelap dengan latar belakang terang. Subjek sengaja dibuat kurang pencahayaan, sehingga tampak sebagai bentuk hitam pekat. Siluet bersifat dramatis dan sederhana. Siluet mereduksi subjek menjadi garis luarnya, menghilangkan detail dan memfokuskan perhatian pada bentuk dan gerak tubuh. Siluet adalah salah satu efek fotografi tertua, yang berasal dari masa-masa awal perkembangan media ini. Kata ini berasal dari Étienne de Silhouette, seorang menteri keuangan Prancis yang dikenal karena potret-potret murahnya.
Membuat siluet membutuhkan pencahayaan dari belakang. Sumber cahaya harus berada di belakang subjek, menghadap ke kamera. Subjek harus diekspos untuk latar belakang, bukan subjek itu sendiri. Pengukuran spot pada bagian latar belakang yang paling terang atau eksposur manual dapat membantu. Subjek harus memiliki bentuk yang mudah dikenali. Seseorang dengan profil yang khas, pohon dengan cabang yang rumit, pasangan yang bergandengan tangan. Latar belakang harus terang dan rapi. Matahari terbenam, langit yang cerah, atau jendela yang terang sangat cocok. Siluet bukan hanya untuk orang. Siluet juga cocok untuk bangunan, hewan, dan objek. Kuncinya adalah kontras antara bentuk yang gelap dan latar belakang yang terang.
Tips Silhouette
- Terangi subjek dari belakang.
- Ekspos latar belakang.
- Pilihlah bentuk yang kuat. Garis luarnya harus mudah dikenali.
- Sederhanakan saja.
- Gunakan latar belakang yang cerah. Matahari terbenam, langit, atau jendela yang terang.
Siluet tidak sama dengan bayangan. Bayangan dihasilkan oleh suatu objek. Siluet adalah objek itu sendiri yang digambarkan gelap.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment