Solid State Drive (SSD) menyimpan data dalam memori flash tanpa bagian yang bergerak. SSD membaca dan menulis lebih cepat daripada hard drive karena tidak ada piringan yang berputar atau kepala yang bergerak. Waktu akses diukur dalam mikrodetik, bukan milidetik. Komputer dengan SSD melakukan booting dalam hitungan detik, bukan menit. Aplikasi terbuka secara instan. Transfer file dibatasi oleh jaringan, bukan disk. Perbedaan kinerja sangat dramatis dan langsung terlihat.
SSD memiliki kelebihan dan kekurangan. Harganya lebih mahal per gigabyte daripada hard drive. Jumlah siklus tulisnya terbatas. Setiap sel hanya dapat ditulis dan dihapus beberapa kali sebelum aus. Pengontrol mengelola hal ini dengan menyebarkan penulisan ke seluruh sel, sebuah teknik yang disebut wear leveling. SSD modern bertahan selama bertahun-tahun dalam penggunaan normal. SSD kelas perusahaan bertahan lebih lama. Kapasitasnya terus meningkat. Drive dengan kapasitas terabyte kini umum. Ukuran fisiknya semakin kecil. Drive M.2 langsung terhubung ke motherboard, hampir tidak memakan ruang. Drive NVMe menggunakan bus PCIe, bukan SATA, yang meningkatkan kecepatan lebih lanjut. SSD telah menjadi standar untuk laptop, desktop, dan server. Hard drive tetap digunakan untuk penyimpanan data dalam jumlah besar di mana biaya per gigabyte lebih penting daripada kecepatan. Kedua teknologi ini hidup berdampingan. Mereka melayani kebutuhan yang berbeda.
Karakteristik SSD
- Cepat — waktu akses mikrodetik
- Senyap — tidak ada bagian yang bergerak
- Tahan lama — tahan terhadap guncangan dan getaran
- Mahal — biaya per gigabyte lebih tinggi daripada HDD.
- Kapasitas penulisan terbatas — sel baterai akan aus seiring waktu.
SSD cepat karena tidak memiliki bagian yang bergerak. Kesederhanaan itulah juga yang menyebabkan harganya lebih mahal. Anda membayar untuk kecepatan.
Comments (2)
Leave a comment