Bawang putih adalah umbi beraroma kuat yang digunakan sebagai dasar rasa dalam banyak masakan. Ia termasuk dalam famili allium, bersama dengan bawang bombai, bawang merah, dan daun bawang. Satu kepala bawang putih terdiri dari siung-siung. Setiap siung ditutupi oleh kulit tipis seperti kertas. Siung dikupas, dicincang, diiris, atau dihancurkan. Bawang putih dimasak atau dimakan mentah. Ia digunakan dalam saus, sup, semur, bumbu perendam, dan saus salad. Ini adalah salah satu bahan makanan yang paling umum di dunia. Ia adalah cita rasa dapur. Ia adalah aroma makanan. Ia adalah bawang putih.
Bawang putih memiliki rasa yang kuat. Ketika dipotong atau dihancurkan, enzim yang disebut alliinase mengubah alliin menjadi allicin. Allicin adalah senyawa yang bertanggung jawab atas aroma tajam dan manfaat kesehatannya. Allicin tidak stabil. Senyawa ini akan terurai saat dipanaskan. Itulah mengapa bawang putih yang dimasak rasanya lebih lembut daripada bawang putih mentah. Semakin lama dimasak, semakin lembut rasanya. Koki mengontrol rasa dengan mengontrol potongan dan panasnya. Potongan halus melepaskan lebih banyak allicin. Siung utuh melepaskan lebih sedikit. Bawang putih adalah variabelnya. Koki adalah pengendalinya. Rasa adalah hasilnya.
Bawang putih digunakan dalam banyak masakan. Bawang putih sangat penting dalam masakan Italia, Prancis, Spanyol, Yunani, India, Cina, dan Thailand. Bawang putih digunakan dalam saus seperti aioli dan pesto. Bawang putih digunakan dalam bumbu perendam dan bumbu oles. Bawang putih digunakan dalam sup dan semur. Bawang putih digunakan dalam roti dan mentega. Bawang putih digunakan dalam segala hal. Bawang putih adalah bahan pokok. Bawang putih adalah pemberi rasa. Bawang putih adalah obat. Bawang putih adalah simbol. Bawang putih adalah sahabat koki. Bawang putih adalah jiwa dapur. Bawang putih itu sama. Sama juga dengan makanan. Makanan itu adalah bawang putih. Bawang putih adalah koki. Koki adalah bawang putih. Bawang putih itu sama.
Comments (3)
Leave a comment