Dompet digital menyimpan kredensial pembayaran pada sebuah perangkat. Perangkat tersebut bisa berupa ponsel pintar, jam tangan pintar, atau komputer. Apple Pay, Google Pay, Samsung Pay, dan PayPal adalah yang paling umum. Dompet tersebut menyimpan kartu kredit, kartu debit, dan terkadang kartu loyalitas, kartu transportasi, dan tiket. Saat Anda membayar, dompet tersebut mengirimkan kredensial ke terminal, biasanya melalui NFC atau kode QR.
Dompet digital aman. Dompet digital tidak menyimpan nomor kartu Anda yang sebenarnya. Sebagai gantinya, dompet digital menggunakan token, yaitu nomor unik yang menggantikan kartu. Token tersebut disimpan dalam elemen yang aman di perangkat, dan tidak berguna bagi pencuri. Otentikasi biometrik, seperti sidik jari atau pemindaian wajah, menambahkan lapisan perlindungan lain. Jika ponsel Anda hilang, Anda dapat menghapus datanya dari jarak jauh.
Adopsinya telah berkembang pesat. Apple Pay diluncurkan pada tahun 2014. Pada tahun 2023, layanan ini digunakan oleh lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia. Google Pay dan Samsung Pay masing-masing memiliki ratusan juta pengguna. Di beberapa negara, seperti Tiongkok, dompet digital merupakan bentuk pembayaran yang dominan. WeChat Pay dan Alipay memproses triliunan dolar setiap tahunnya.
Dompet digital bukan hanya untuk pembayaran. Dompet digital dapat menyimpan boarding pass, tiket acara, kartu asuransi, dan dokumen identitas. Beberapa mendukung transfer antar individu. Beberapa terintegrasi dengan program loyalitas. Dompet digital menjadi pusat digital untuk kredensial kehidupan sehari-hari. Dompet fisik belum mati, tetapi semakin tipis.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment