Ketika imbal hasil investasi tinggi, hasil penjaminan (underwriting) dapat menjadi hal yang kurang penting. Penjaminan arus kas (cash flow underwriting) adalah praktik menerbitkan polis terutama untuk menghasilkan volume premi yang dapat diinvestasikan, dengan menerima bahwa margin penjaminan murni mungkin tipis atau bahkan negatif.
Strategi ini bergantung pada selisih waktu antara pengumpulan premi dan pembayaran klaim—yaitu, dana mengambang (float). Jika pendapatan investasi dari dana mengambang tersebut cukup kuat, profitabilitas secara keseluruhan masih dapat dicapai. Pasar yang lesu dan tekanan persaingan seringkali mendorong pendekatan ini.
Ketergantungan yang berkepanjangan pada keuntungan investasi untuk mengimbangi kerugian penjaminan berisiko. Penurunan suku bunga yang tiba-tiba atau lonjakan klaim dapat menyebabkan perusahaan asuransi kekurangan margin. Regulator dan lembaga pemeringkat mengawasi rasio gabungan dengan cermat justru karena penjaminan berdasarkan arus kas dapat menutupi kelemahan penetapan harga yang mendasar.
- Bisnis penulisan terutama untuk dana premi yang dapat diinvestasikan.
- Menerima margin underwriting yang tipis atau negatif.
- Bergantung pada imbal hasil investasi yang menguntungkan
- Bisa menjadi tidak berkelanjutan ketika pasar berubah.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment