Perspektif emik adalah pandangan orang dalam terhadap suatu budaya, menggunakan kategori dan makna budaya tersebut sendiri. Istilah ini berasal dari linguistik, di mana analisis fonemik menggambarkan bunyi sebagaimana yang dipahami oleh penutur suatu bahasa. Para antropolog meminjamnya untuk menggambarkan penelitian yang mencoba melihat dunia melalui mata orang-orang yang diteliti. Apa yang dianggap sopan, berbahaya, sakral, atau lucu bergantung pada definisi lokal, dan pendekatan emik menganggap definisi tersebut dengan serius.
Memperoleh pandangan emik itu sulit. Hal itu membutuhkan kemampuan berbahasa, kesabaran, dan kemauan untuk mengakui kesalahan. Para peneliti lapangan belajar dengan membuat kesalahan, mengajukan pertanyaan yang mungkin tampak naif, dan mendengarkan penjelasan yang pada awalnya mungkin tampak tidak logis. Imbalannya adalah pemahaman yang tidak dipaksakan dari luar. Misalnya, uraian emik tentang ritual penyembuhan menjelaskan apa yang diyakini para peserta sedang terjadi, bukan hanya apa yang akan diukur oleh seorang ahli biologi.
Emik vs. etik
- Emic: kategori, makna, dan penjelasan dari sudut pandang orang dalam.
- Etik: kategori luar, seringkali bersifat komparatif dan analitis.
- Keduanya diperlukan; tidak ada yang lengkap jika berdiri sendiri.
- Etnografi yang baik mampu bergerak di antara keduanya.
Ketegangan antara emik dan etik bersifat produktif. Hal ini membuat para antropolog jujur tentang pengetahuan siapa yang mereka sajikan.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment