Di berbagai budaya, manusia menyapa kekuatan yang lebih besar dari diri mereka sendiri dengan nama, cerita, dan persembahan. Dewa adalah dewa atau dewi semacam itu, yang dianggap layak disembah dan mampu memengaruhi urusan manusia.
Dewa-dewa dapat dipahami sebagai pencipta kosmik, pelindung lokal, perwujudan kekuatan alam, atau hakim moral. Sistem politeistik mengisi dunia dengan banyak dewa yang berinteraksi satu sama lain dan dengan manusia. Sistem monoteistik memusatkan atribut ilahi pada satu makhluk tertinggi. Gambar, kuil, dan mitos memberikan bentuk konkret pada hubungan tersebut.
Kepercayaan pada dewa-dewa membentuk etika, politik, dan seni. Ritual memelihara ikatan melalui doa, pengorbanan, dan festival. Sekularisasi modern telah mengurangi peran publik dewa-dewa di beberapa masyarakat, namun pengabdian terus berlanjut dengan kuat di masyarakat lain. Gagasan tentang dewa tetap menjadi salah satu ciri budaya manusia yang paling abadi.
- Dewa atau dewi yang dianggap sebagai objek pemujaan
- Bisa tunggal atau jamak
- Berkaitan dengan mitos, gambar, dan ritual.
- Memengaruhi moralitas dan kehidupan sosial
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment