Logika adalah studi tentang penalaran yang valid. Logika menanyakan apa yang mengikuti dari apa. Argumen yang valid adalah argumen di mana kesimpulannya harus benar jika premisnya benar. Logika menyediakan alat untuk membedakan argumen yang baik dari argumen yang buruk. Aristoteles mensistematiskan logika dengan silogisme. Para ahli logika abad pertengahan menyempurnakannya. Frege dan Russell mengembangkan logika simbolik modern, yang menggunakan bahasa formal untuk merepresentasikan argumen dan aturan inferensi untuk menarik kesimpulan. Logika digunakan dalam matematika, ilmu komputer, linguistik, dan filsafat.
Logika tidak sama dengan psikologi. Logika mempelajari prinsip-prinsip normatif, bukan bagaimana orang benar-benar berpikir. Orang sering bernalar secara tidak logis, tetapi itu tidak mengubah apa yang dibutuhkan oleh validitas. Logika juga tidak sama dengan retorika. Retorika bertujuan untuk membujuk. Logika bertujuan untuk membuktikan. Keduanya dapat tumpang tindih, tetapi keduanya berbeda. Logika memiliki banyak cabang: logika proposisional, logika predikat, logika modal, logika temporal, dan logika multi-nilai, di antara yang lainnya. Setiap cabang memiliki simbol, aturan, dan semantik tersendiri. Logika adalah ilmu formal, seperti geometri, dan memiliki aplikasi di bidang apa pun yang membutuhkan penalaran yang tepat.
Jenis-jenis logika
- Proposisional.
- Predikat.
- Modal.
- Informal.
Logika bukanlah sekumpulan pengetahuan tentang dunia. Logika adalah sekumpulan pengetahuan tentang apa yang mengikuti dari apa.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment