“Anda masuk ke sebuah ruangan. Anda melihat sebuah surat di atas meja. Anda membukanya.” Itu adalah sudut pandang orang kedua—narator menyapa pembaca menggunakan kata “Anda.” Hal ini jarang ditemukan dalam fiksi tetapi sangat ampuh jika digunakan dengan baik.
Sudut pandang orang kedua menarik pembaca ke dalam cerita. Hal ini membuat mereka menjadi karakter. Hal ini dapat terasa mendalam atau menuduh, tergantung pada nadanya. Bright Lights, Big City karya Jay McInerney adalah contoh yang terkenal. Begitu pula If on a winter's night a traveler karya Italo Calvino. Teknik ini paling efektif dalam karya pendek atau fiksi interaktif. Dalam sebuah novel, teknik ini bisa terasa kurang efektif. Teknik ini juga umum digunakan dalam buku-buku pengembangan diri, buku masak, dan iklan: “Anda bisa menurunkan berat badan dengan cepat.” Dalam konteks tersebut, teknik ini langsung dan persuasif. Dalam fiksi sastra, teknik ini merupakan pertaruhan. Ketika berhasil, teknik ini menciptakan keintiman yang tidak dapat ditandingi oleh sudut pandang lain.
Efek
- Membenamkan pembaca
- Menciptakan keintiman
- Terasa seperti menuduh
- Sulit dipertahankan dalam pekerjaan jangka panjang.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment