Cakrawala adalah kubah langit. Dalam kosmologi Alkitab, cakrawala memisahkan air di atas dari air di bawah. Tuhan menciptakan cakrawala pada hari kedua. Dia menyebutnya langit. Cakrawala adalah kubah yang kokoh. Ia menahan air di atasnya. Ia menampung matahari, bulan, dan bintang-bintang. Burung-burung terbang melintasi permukaannya.
Kata Ibrani tersebut adalah raqia. Artinya hamparan atau kubah. Bangsa Israel kuno membayangkan langit sebagai kubah yang kokoh. Kubah itu menahan lautan kosmik. Hujan turun melalui jendela-jendela di kubah. Matahari dan bulan bergerak melintasinya. Bintang-bintang terpampang di atasnya. Itu adalah kosmologi pra-ilmiah. Itu bukan dimaksudkan sebagai buku teks fisika. Itu adalah pernyataan teologis. Itu menggambarkan kedaulatan Tuhan atas ciptaan.
Cakrawala dalam kitab suci
- Kejadian 1:6-8: Allah menciptakan cakrawala.
- Mazmur 19:1: Cakrawala menyatakan karya tangan-Nya.
- Mazmur 150:1: Pujilah Dia di cakrawala kekuasaan-Nya.
- Yehezkiel 1:22: rupa cakrawala di atas makhluk-makhluk hidup.
- Daniel 12:3: Orang-orang yang membawa banyak orang kepada kebenaran bersinar seperti bintang-bintang di cakrawala.
Cakrawala adalah jendela menuju kosmologi Alkitab. Ia menunjukkan bagaimana orang-orang kuno memahami dunia. Ia menunjukkan kesenjangan antara ilmu pengetahuan mereka dan ilmu pengetahuan kita. Ia juga menunjukkan kebenaran abadi dari teks tersebut. Cakrawala bukanlah klaim ilmiah. Itu adalah klaim teologis. Ia mengatakan bahwa Tuhan menciptakan langit. Ia mengatakan bahwa Tuhan mengatur kosmos. Ia mengatakan bahwa Tuhan berada di atas air dan bumi. Cakrawala adalah simbol. Ia adalah pengingat akan kuasa Tuhan. Ia adalah pengingat akan keteraturan Tuhan. Ia adalah pengingat akan keagungan Tuhan. Orang-orang kuno melihat ke atas dan melihat sebuah kubah. Kita melihat ke atas dan melihat galaksi. Tetapi pesannya sama. Langit menyatakan kemuliaan Tuhan. Cakrawala menyatakan karya tangan-Nya.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment