Baptisan adalah ritus Kristen yang menandai masuknya seseorang ke dalam iman dengan air. Ini melambangkan pembersihan dari dosa dan kehidupan baru di dalam Kristus. Yesus dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan. Ia memerintahkan para pengikutnya untuk membaptis dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Baptisan dipraktikkan oleh sebagian besar denominasi Kristen. Tata cara dan maknanya bervariasi.
Beberapa gereja membaptis bayi. Mereka melihat baptisan sebagai tanda perjanjian. Ini seperti sunat dalam Perjanjian Lama. Gereja-gereja lain hanya membaptis orang percaya. Mereka melihat baptisan sebagai pernyataan iman di depan umum. Caranya pun bervariasi. Imersi adalah pencelupan penuh. Afusi adalah menuangkan. Aspersi adalah memercikkan. Jumlah air bukanlah intinya. Yang penting adalah maknanya. Baptisan mengidentifikasi orang percaya dengan kematian, penguburan, dan kebangkitan Yesus.
Baptisan dalam kitab suci
- Matius 28:19: baptislah semua bangsa.
- Kisah Para Rasul 2:38: bertobatlah dan dibaptislah.
- Roma 6:4: dikuburkan bersama Dia dalam baptisan.
- 1 Petrus 3:21: Baptisan sekarang menyelamatkanmu.
- Galatia 3:27: mengenakan Kristus.
Baptisan adalah sakramen. Ia adalah sarana kasih karunia. Ia adalah tanda yang terlihat dari realitas yang tak terlihat. Airnya biasa saja. Maknanya luar biasa. Ia menandai awal yang baru. Ia menandai kematian dan kebangkitan. Ia menandai identitas baru. Orang yang dibaptis sekarang berada di dalam Kristus. Mereka adalah bagian dari tubuh-Nya. Mereka adalah anggota keluarga-Nya. Baptisan bukanlah ritual magis. Ia membutuhkan iman. Ia membutuhkan pertobatan. Ia membutuhkan kehidupan sebagai murid. Tetapi ia adalah pintu. Ia adalah titik masuk. Ia adalah awal dari perjalanan Kristen. Dan itu adalah perintah. Yesus berkata lakukanlah. Maka gereja melakukannya. Di setiap bangsa. Dalam setiap bahasa. Di setiap generasi. Baptisan adalah ketaatan gereja. Ia adalah sukacita orang percaya.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment