Kompresi data mengurangi ukuran file. File yang lebih kecil membutuhkan lebih sedikit penyimpanan, berpindah lebih cepat melalui jaringan, dan biaya penyimpanannya lebih rendah. Namun, ada konsekuensi berupa komputasi. Proses kompresi dan dekompresi membutuhkan waktu CPU. Tujuannya adalah untuk menghemat lebih banyak penyimpanan dan bandwidth daripada yang dihabiskan untuk pemrosesan. Untuk sebagian besar kasus penggunaan, perhitungannya menguntungkan.
Kompresi hadir dalam dua bentuk. Kompresi lossless mempertahankan setiap bit data asli. File ZIP, gambar PNG, dan audio FLAC menggunakan metode lossless. Kompresi lossy membuang informasi yang kemungkinan besar tidak akan diperhatikan manusia. Gambar JPEG, audio MP3, dan video H.264 menggunakan metode lossy. Kehilangan kualitas memang nyata, tetapi seringkali tidak terlihat pada pengaturan yang wajar. Pilihan tergantung pada kasus penggunaan. Gambar medis membutuhkan kompresi lossless karena setiap piksel penting. Foto pemasaran dapat mentolerir kompresi lossy karena pemirsa tidak akan menyadarinya. Algoritma kompresi memanfaatkan pola. Urutan yang berulang, karakter umum, dan struktur yang dapat diprediksi semuanya dikodekan lebih efisien. Data acak tidak dapat dikompresi. Itulah mengapa file terenkripsi dan media yang sudah dikompresi tidak menyusut lebih lanjut. Algoritma tidak menemukan apa pun untuk dieksploitasi. Entropi adalah batasnya.
Jenis kompresi
- Tanpa kehilangan data — rekonstruksi yang tepat, ukuran file lebih besar.
- Lossy — rekonstruksi perkiraan, file lebih kecil
- Streaming — mengompres data saat data tiba.
- Berbasis kamus — mengganti pola yang berulang dengan referensi
Kompresi adalah sebuah pertimbangan. Penyimpanan dan bandwidth di satu sisi. Kualitas dan komputasi di sisi lain. Pilihlah keseimbangan yang sesuai dengan kebutuhan.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment