Anglikanisme adalah tradisi Gereja Inggris dan cabang-cabangnya. Aliran ini muncul dari Reformasi Inggris pada abad ke-16. Raja Henry VIII memisahkan diri dari Roma. Gereja Inggris menjadi independen. Ia mempertahankan banyak tradisi Katolik. Ia mengadopsi teologi Protestan. Ia merupakan via media, jalan tengah. Ia bersifat Katolik sekaligus Reformasi.
Anglikanisme menyebar melalui Kekaisaran Britania. Sekarang ini merupakan persekutuan global. Persekutuan Anglikan mencakup gereja-gereja di lebih dari 165 negara. Uskup Agung Canterbury adalah pemimpin spiritualnya. Ia bukan paus. Ia tidak memiliki yurisdiksi. Ia adalah pusat persatuan. Persekutuan ini beragam. Ia mencakup gereja tinggi dan gereja rendah. Ia mencakup kaum evangelis dan Anglo-Katolik. Keragaman ini merupakan kekuatan. Namun, keragaman ini juga merupakan sumber ketegangan.
Ciri khas Anglikan
- Buku Doa Umum: liturgi bersama.
- Tata pemerintahan episkopal: para uskup memerintah.
- Via media: jalan tengah antara Roma dan Jenewa.
- Kitab Suci, Tradisi, dan Akal Sehat: Kursi Berkaki Tiga.
- Kelengkapan: beragamnya keyakinan.
Anglikanisme adalah keluarga global. Ini bukan satu gereja tunggal. Ini adalah persekutuan gereja-gereja. Mereka berbagi sejarah, liturgi, dan warisan. Mereka berbeda pendapat tentang banyak hal. Penahbisan perempuan. Homoseksualitas. Otoritas kitab suci. Perdebatan ini terus berlanjut. Persekutuan ini tetap bersatu. Ia lentur. Ia tidak hancur. Itulah cara Anglikan. Ia tidak rapi. Ia tidak seragam. Ia adalah tenda besar. Ia mencakup banyak suara. Ia berupaya menyembah Tuhan dalam keindahan kekudusan. Ia berupaya melayani dunia dalam nama Kristus. Ini adalah tradisi doa dan misi. Ini adalah tradisi iman dan akal. Itulah Anglikanisme.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment