Gejala putus obat adalah serangkaian gejala fisik dan psikologis yang tidak menyenangkan yang terjadi ketika seseorang berhenti menggunakan atau mengurangi obat adiktif. Gejala biasanya berlawanan dengan efek obat: menghentikan stimulan menyebabkan kelelahan dan depresi, sedangkan menghentikan depresan dapat menyebabkan kecemasan, tremor, dan kejang.
Gejala putus obat dapat berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga komplikasi yang mengancam jiwa, terutama untuk alkohol, benzodiazepin, dan barbiturat. Hal ini mencerminkan upaya sistem saraf untuk menyeimbangkan kembali setelah paparan obat yang berkepanjangan. Detoksifikasi yang diawasi secara medis seringkali diperlukan untuk kasus-kasus yang parah.
Gejala umum
- Kecemasan, mudah tersinggung, dan perubahan suasana hati
- Mual, berkeringat, dan gemetar.
- Insomnia dan kelelahan
- Mendambakan zat tersebut
- Pada kasus yang parah, dapat terjadi kejang atau delirium tremens.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment