EN - FR - DE - ES - IT - PT -

LexiconDream

👻 Jiwa

Esensi tak berwujud dari seseorang.

Jiwa

Jiwa adalah esensi immaterial dari seseorang. Di berbagai budaya, jiwa adalah bagian yang berpikir, merasa, memilih, dan, dalam sebagian besar ajaran agama, tetap ada setelah kematian tubuh.

Filsafat Yunani memberikan tradisi Barat kosakata klasiknya. Plato memperlakukan jiwa sebagai sesuatu yang abadi dan pra-eksisten, yang sementara bersemayam dalam tubuh. Aristoteles melihatnya sebagai wujud tubuh yang hidup, tak terpisahkan darinya dalam kehidupan ini. Bahasa Alkitab kurang dualistik; kata Ibrani nephesh dan kata Yunani psyche sering kali berarti keseluruhan pribadi yang hidup daripada entitas yang dapat dipisahkan. Namun, kedua Perjanjian berbicara tentang kehidupan yang berlanjut setelah kematian, dan teologi Kristen akhirnya mensintesiskan harapan alkitabiah dengan kategori filosofis.

Dalam pemikiran Hindu dan Buddha, konsep paralelnya adalah atman atau kesinambungan kesadaran yang bermigrasi melalui kelahiran kembali. Beberapa materialis modern menyangkal keberadaan jiwa sama sekali, mereduksi pikiran menjadi fungsi otak. Yang lain mempertahankan pandangan non-reduktif di mana kesadaran tidak dapat sepenuhnya dijelaskan hanya oleh proses fisik saja.

Apa pun status metafisiknya, kata itu tetap menamai dimensi kedalaman kehidupan manusia—diri yang dapat hilang atau ditemukan, terbebani atau dibebaskan. Ketika seseorang berbicara tentang jiwa yang menderita atau jiwa yang damai, bahasa tersebut tetap memiliki bobot yang penting.

Comments

No comments yet. Be the first to share a thought.

Leave a comment