Komposisi mengatur elemen visual dalam sebuah desain. Ke mana mata pertama kali tertuju? Apa titik fokusnya? Bagaimana elemen-elemen tersebut berhubungan satu sama lain dan dengan tepi bingkai? Komposisi menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Ini bukan hanya tentang apa yang disertakan. Ini tentang di mana ia ditempatkan. Subjek di tengah terasa formal. Subjek di salah satu sisi terasa dinamis. Subjek di tepi terasa tegang. Posisi berkomunikasi sebelum kontennya.
Aturan komposisi klasik menawarkan panduan. Aturan sepertiga membagi bingkai menjadi kisi-kisi dan menempatkan elemen-elemen kunci di persimpangan. Rasio emas menggunakan proporsi matematis yang muncul di seluruh alam dan seni. Garis-garis penuntun menarik mata melalui komposisi. Pembingkaian menggunakan elemen-elemen di latar depan untuk membingkai subjek. Aturan-aturan ini bukanlah hukum. Ini adalah titik awal. Melanggarnya dapat menciptakan ketegangan atau kejutan. Komposisi yang terpusat dapat menjadi kuat ketika subjeknya membutuhkannya. Komposisi yang berantakan dapat menyampaikan kekacauan jika itu adalah pesannya. Desainer memilih dengan sengaja. Komposisi juga bergantung pada media. Poster dilihat dari jarak jauh dan membutuhkan titik fokus yang jelas. Halaman buku dipegang dekat dan membutuhkan urutan baca yang nyaman. Situs web digulir dan membutuhkan hierarki dari atas ke bawah. Media membentuk komposisi. Desainer beradaptasi.
Prinsip-prinsip komposisi
- Titik fokus — tempat mata pertama kali tertuju
- Aturan sepertiga — bagi menjadi grid 3x3
- Garis panduan — mengarahkan pandangan melalui bingkai.
- Pembingkaian — gunakan elemen latar depan untuk mengelilingi subjek.
- Ruang negatif — area kosong di sekitar elemen.
Komposisi adalah pengaturan bagian-bagian menjadi suatu keseluruhan. Keseluruhan lebih besar daripada jumlahnya. Itulah intinya.
Comments (4)
Leave a comment