Seorang pelancong membeli benda kecil yang nantinya akan memicu kenangan tentang suatu tempat atau perjalanan. Benda itu disebut suvenir. Suvenir bisa berupa barang-barang kecil produksi massal hingga barang-barang kerajinan lokal.
Toko-toko suvenir berjejer di sekitar tempat wisata dan bandara. Kualitas dan keasliannya sangat bervariasi; pembelian yang bijaksana mendukung pengrajin lokal, sementara pembelian impulsif seringkali menjadi barang yang menumpuk. Kategori umum meliputi kartu pos, tekstil, keramik, makanan khas, dan barang dagangan bermerek.
Nilai sebuah suvenir lebih terletak pada kenangan yang diabadikannya daripada nilai materialnya. Beberapa pelancong lebih menyukai foto atau pengalaman daripada benda; yang lain merasa kenang-kenangan yang nyata sangat memuaskan. Ruang penyimpanan dan peraturan bea cukai pada barang-barang tertentu merupakan kendala praktis.
Suvenir yang dipilih dengan baik dapat membawa kembali kenangan perjalanan hanya dengan sekali pandang bertahun-tahun kemudian.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment