Orang-orang mengesampingkan pekerjaan dan rutinitas biasa untuk periode istirahat, perayaan, atau perjalanan. Periode itu disebut liburan. Liburan bisa berupa satu hari libur umum atau liburan yang lebih panjang jauh dari rumah.
Hari libur membentuk kalender pariwisata; puncak permintaan terjadi setelah liburan sekolah dan periode liburan nasional. Berwisata selama hari libur seringkali berarti harga lebih tinggi dan keramaian yang lebih padat di tempat-tempat populer. Beberapa orang lebih memilih berlibur di periode peralihan yang lebih tenang meskipun cuacanya kurang dapat diprediksi.
Isi liburan bervariasi, mulai dari bersantai di pantai hingga berwisata intensif atau berkumpul bersama keluarga. Harapan akan relaksasi dapat bertentangan dengan upaya perjalanan itu sendiri. Liburan yang sukses membuat orang merasa segar kembali, bukan sekadar kelelahan karena serangkaian aktivitas yang berbeda.
- Periode istirahat, perayaan, atau perjalanan rekreasi.
- Membentuk permintaan pariwisata pada musim puncak dan di luar puncak.
- Dapat dilakukan di rumah atau di luar rumah
- Dirancang untuk memberikan jeda dari rutinitas.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment