Lengan baju adalah bagian pakaian yang menutupi lengan. Panjangnya bisa bervariasi, pendek, atau di antara keduanya. Lengan baju membentuk bagaimana pakaian tersebut pas dan bergerak. Lengan baju yang ketat akan membatasi gerakan, sedangkan yang longgar akan memberikan kesan jatuh yang indah. Lengan baju juga membingkai lengan dan dapat menarik perhatian ke pergelangan tangan, bahu, atau siku. Para desainer menggunakan panjang dan volume lengan baju untuk mengubah keseluruhan karakter pakaian.
Ada banyak jenis lengan baju. Lengan set-in adalah yang paling umum, dijahit ke dalam lubang lengan yang dibentuk. Lengan raglan memanjang hingga kerah dalam satu bagian, umum pada kemeja baseball dan mantel. Lengan bahu jatuh berada di bawah garis bahu, menciptakan tampilan yang santai. Lengan kimono dipotong dalam satu bagian dengan badan. Lengan cap hanya menutupi bahu. Lengan puff mengerut di bahu dan terkadang di manset. Lengan lonceng melebar di pergelangan tangan. Lengan dolman lebar di lubang lengan dan sempit di pergelangan tangan. Masing-masing memiliki konstruksi dan ukuran yang berbeda.
Panjang lengan memiliki konvensi tersendiri. Pakaian tanpa lengan tidak memiliki lengan. Lengan model cap sleeve hanya menutupi bahu. Lengan pendek berakhir di atas siku. Lengan panjang hingga siku berakhir di siku. Lengan tiga perempat berakhir di tengah lengan bawah. Lengan panjang berakhir di pergelangan tangan. Lengan model French sleeve berakhir tepat di bawah siku. Panjang yang tepat bergantung pada pakaian dan kesempatan. Lengan kemeja formal harus berakhir di tulang pergelangan tangan. Lengan blazer harus memperlihatkan seperempat inci manset kemeja. Detail-detail ini menunjukkan perhatian pada kesesuaian ukuran.
Jenis umum
- Terpasang
- Raglan
- Bahu terkulai
- Engah
- Lonceng dan kimono
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment