Kemeja adalah pakaian untuk bagian atas tubuh yang memiliki lengan dan kerah. Kemeja dikancingkan di bagian depan, meskipun beberapa kemeja dikenakan dengan cara ditarik melewati kepala. Kemeja merupakan pakaian dasar dalam sebagian besar lemari pakaian. Kemeja bisa formal, kasual, atau di antara keduanya. Kemeja putih yang sama akan terlihat berbeda tergantung pada bahan, potongan, dan apa yang dipadukan dengannya.
Jenis-jenisnya sangat beragam. Kemeja formal (dress shirt) dirancang khusus dan formal, sering dikenakan dengan setelan jas dan dasi. Kemeja oxford kasual, dengan kerah berkancing dan kain yang lebih tebal. Kemeja flanel terbuat dari katun yang disikat, hangat dan nyaman. Kemeja polo memiliki kerah dan placket pendek, tanpa kancing penuh di bagian depan. Tunik lebih panjang dan sering dikenakan tanpa dimasukkan ke dalam celana. Kemeja camp memiliki kerah yang longgar dan ujung bawah yang lurus, umum di iklim hangat. Masing-masing memiliki konvensi tersendiri.
Ukuran itu penting. Kemeja formal harus memungkinkan pergerakan tanpa mengembang. Kerah harus menempel erat di leher tetapi tidak mencekik. Lengan harus berakhir di tulang pergelangan tangan. Badan kemeja tidak boleh terlalu ketat atau terlalu longgar. Kemeja siap pakai jarang sekali pas sempurna. Penjahit dapat menyesuaikan pinggang, lengan, dan kerah. Pilihan kain meliputi katun, linen, sutra, dan campuran. Katun bersifat menyerap keringat dan tahan lama. Linen mudah kusut tetapi tetap sejuk. Poplin halus dan formal. Kain Oxford bertekstur dan kasual. Perawatan tergantung pada jenis kain. Sebagian besar kemeja dapat dicuci dengan mesin, tetapi kemeja formal seringkali perlu disetrika atau dipres secara profesional.
Jenis umum
- kemeja
- Oxford
- Kain flanel
- Polo
- Kamp dan tunik
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment